Puisi Sulaiman Djaya

Di Sudut September

Angka-angka sebenarnya
Tak pernah mengatakan apa-apa.
Berapa kali sesungguhnya
Aku bisa menghitung

Apa yang setiap hari
Menjelma debu atau kuncup.
Lebih nyata dari buku-buku yang kubaca
Adalah waktu, gerak dan kebisuan

Yang menyamar. Ini September yang sama
Ketika aku belajar membuka mata.
Pada akhirnya kepada daun-daun aku berguru
Bagaimana tumbuh dan gugur.

(2010)

KALENDER

Pada warna-warna tua yang luruh dan pudar,
lembar-lembar tahun kembali terpampang.
Januari datang padamu, meninggalkan hari-hari
yang menyulam sepi, sebelum desau samar jadi bosan.

Tapi aku hanya ingin kembali singgah sebentar
pada nasib yang melambaikan tangan.
Seperti kereta malam pertama
yang akan datang menuju rumahmu.

Aku hanya ingin singgah sebentar
pada selarik hujan, menulis sajak yang akan kaunyanyikan,
merenungi setiang lampu temaram, di mana tanggal-tanggal pun lepas
dan kau rindu saat-saat yang tak lagi kelam.

(2010)

Foto: Natsumi Hayashi Photography. 

 

Satu tanggapan untuk “Di Sudut September”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s