Tari Sema

–untuk Rumi & Hafiz
oleh Sulaiman Djaya (2005)

Hujan Maret yang sedih, hujan yang hanya ada
dalam puisi. Hujan yang malu-malu
seperti dalam film-film romantis.

Adalah hujan yang menangis
seperti seorang lelaki putus-asa
memikirkan susunan angka untuk

sebuah sajak yang ditulisnya.
Adalah hujan yang kadang diam saja
di depan halaman rumahmu:

kadang pergi begitu saja dalam ragu.
Adalah hujan yang mengagumi

keindahan sepasang matamu
saat kau bingung, bimbang dan berpikir
sepertiku. Hujan yang tak peduli

meski malam telah begitu larut
dan sepi. Dan kau pun begitu:
menimbang-nimbang dan menghitung

apa yang kau ingini.
Dan aku pun begitu, seperti hujan
yang hanya ada dalam puisi.

Persian Woman Weaving

Iklan