Ilustrasi Isa Al-Masih 2

Seorang calon pendeta senior menyamar menjadi gelandangan dan berjalan menuju ke gereja yang akan digembalakannya.

Jumlah jemaatnya tidak sedikit, kira-kira ada 10.000 orang. Pagi itu, ia datang ke gereja 30 menit lebih awal.

Selama tiga puluh menit, ia berjalan keliling mencari tempat duduk, dan berusaha mendekati jemaat yang mulai berdatangan, tetapi sayang hanya ada tiga orang yang menyapa “hello” kepadanya.

Ia juga mencoba meminta uang recehan kepada jemaat yang ia temui, tetapi tidak ada seorang pun yang mengulurkan tangannya dan memberi uang recehan.

Tidak lama setelah itu, ia pun maju ke depan dan duduk di kursi paling depan. ia pun segera diusir oleh para usher dan disuruh duduk di barisan belakang.

Sambil menuju ke belakang, ia menyapa para jemaat, tetapi banyak mata yang menatapnya dengan pandangan yang sangat merendahkan dan menghakiminya.

Gelandangan yang berpakaian lusuh itu duduk mengikuti ibadah hingga selesai. Tiba saatnya para diaken mengumumkan dan memanggil nama gembala sidang yang baru.

“Sidang jemaat yang dikasihi TUHAN, tiba saatnya kami akan memanggil dan mengumumkan bapak gembala sidang yang baru”, mendengar pengumuman itu jemaat pun berdiri dan bertepuk tangan.

Tidak lama setelah itu, seorang gelandangan berdiri dan berjalan menuju mimbar. semua mata terbelalak dan kaget. Pendeta Jeremiah Steepek yang menyamar sebagai gelandangan langsung mengambil mikrofon dan diam sejenak.

Setelah itu, ia mengutip ayat-ayat firman:

“Dan RAJA itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-NYA: mari, hai kamu yang diberkati oleh BAPA-KU, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Sebab ketika AKU lapar, kamu memberi AKU makan; ketika AKU haus, kamu memberi AKU minum; ketika AKU seorang asing, kamu memberi AKU tumpangan; ketika AKU telanjang, kamu memberi AKU pakaian; ketika AKU sakit, kamu melawat AKU; ketika AKU di dalam penjara, kamu mengunjungi AKU.

Maka orang-orang benar itu akan menjawab DIA, katanya: TUHAN, bilamanakah kami melihat ENGKAU lapar dan kami memberi ENGKAU makan, atau haus dan kami memberi ENGKAU minum? Bilamanakah kami melihat ENGKAU sebagai orang asing, dan kami memberi ENGKAU tumpangan, atau telanjang dan kami memberi ENGKAU pakaian?

Bilamanakah kami melihat ENGKAU sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi ENGKAU?

Dan RAJA itu akan menjawab mereka: AKU berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-KU yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk AKU” (Matius 25 : 31-46)

Setelah selesai mengucapkan kalimat demi kalimat, ia mulai menceritakan pengalaman yang ia rasakan sebagai gelandangan sepanjang pagi di gereja itu.

Isak tangis mulai terdengar, banyak jemaat meneteskan air mata dan tidak sedikit yang tertunduk malu. ia mengakhiri sambutannya dengan berkata, “pagi ini, saya melihat banyak orang berkumpul dalam gereja, tetapi hanya sedikit yang benar-benar murid YESUS.”

Homeless Man on Broad Street by Rhys Asplundh

Drama Tablo

Iklan